-->
  • Jelajahi

    Copyright © antena.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Pemda

    DPRD Anambas Tinjau Langsung Pelajar Diduga Keracunan di RSUD Palmatak

    18/04/26, 19:40 WIB Last Updated 2026-05-11T02:59:30Z
    masukkan script iklan disini

     

    Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas mendatangi RSUD Palmatak untuk melihat langsung kondisi para pelajar yang diduga mengalami keracunan makanan, Sabtu (18/4/2026).


    Anambas, antena.id – Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas mendatangi RSUD Palmatak untuk melihat langsung kondisi para pelajar yang diduga mengalami keracunan makanan, Sabtu (18/4/2026).


    Rombongan dewan dipimpin Ketua Komisi I DPRD Anambas, Hj. Tety, bersama beberapa anggota lainnya sebagai bentuk kepedulian sekaligus memastikan para korban memperoleh penanganan medis yang optimal.


    Dalam kunjungannya, Hj. Tety menyampaikan bahwa kondisi para pelajar berangsur membaik setelah mendapat perawatan intensif dari pihak rumah sakit.


    “Alhamdulillah, anak-anak sudah mulai pulih dan mendapatkan penanganan maksimal dari tenaga kesehatan maupun dokter,” katanya.


    Dari data sementara yang diterima, enam pelajar masih menjalani perawatan di RSUD Palmatak. Sebelumnya, jumlah korban tercatat sembilan orang, namun sebagian telah diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatannya membaik.




    Terkait penyebab kejadian tersebut, DPRD meminta semua pihak menunggu hasil pemeriksaan resmi. Dugaan awal mengarah pada makanan dari program Makan Bergizi Gratis yang disalurkan melalui dapur SPPG di Desa Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah.


    Meski demikian, Hj. Tety mengingatkan agar masyarakat tidak berspekulasi sebelum hasil laboratorium keluar.


    “Kita tunggu hasil resminya terlebih dahulu. Jangan sampai muncul asumsi yang belum tentu benar,” tegasnya.


    Sebagai tindak lanjut, DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas berencana melakukan rapat internal dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat penegak hukum untuk mengusut insiden tersebut.


    Menurutnya, pengawasan terhadap kualitas makanan harus menjadi perhatian serius, khususnya makanan yang dikonsumsi para pelajar.


    “Semua makanan yang didistribusikan harus dipastikan aman dan layak konsumsi. Kejadian seperti ini tentu tidak boleh terulang kembali,” pungkasnya. (*) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    +