• Jelajahi

    Copyright © antena.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Pemda




    Kebijakan Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit di Anambas Harus Ditanggapi Serius

    09/01/23, 21:11 WIB Last Updated 2023-01-09T14:11:23Z
    masukkan script iklan disini
    Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Kepulauan Anambas, Yessy Ariessandy 


    Anambas, antena.id - Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Kepulauan Anambas, Yessy Ariessandy menyebut strategi pembangunan pelayanan kesehatan rumah sakit daerah ini perlu mendapat perhatian serius. 


    "Karena kita punya tiga rumah sakit tidak seperti kabupaten lain, contohnya Kabupaten Natuna hanya memiliki satu rumah sakit saja, maka dari itu memang perlu ekstra dalam kinerja baik itu anggaran dan penguatan sumber daya manusia," sebutnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya di Tarempa, Sabtu, 09 Januari 2023.


    Lanjut ia mengatakan, banyaknya rumah sakit itu menjadi pemicu tak terfokus dalam pembangunannya, terlebih dalam peningkatan peralatan kesehatan yang cenderung dibutuhkan pasien. 


    Menurutnya, mengenai persoalan ini, untuk peningkatan pelayanan kesehatan di Kepulauan Anambas harus memiliki anggaran inovasi. Hal ini bertujuan untuk membantu penguatan pelayanan kesehatan yang lebih baik, sebab Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ( APBD) wilayah ini terbatas.


    Anggaran inovasi tersebut seperti anggaran dari perusahaan migas serta bank yang beraktifitas di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas.


    Selain itu Yessy mengatakan, 100 miliar nilai anggaran Dinkes Anambas di tahun 2023 ini termasuk dalam belanja pegawai dan honorer.


    "Masalah kesehatan dengan anggaran yang bersumber dari APBD Anambas atau anggaran konvensional tidak akan pernah selesai dalam pembangunan pelayanan kesehatan di daerah ini," sebutnya.


    Sementara itu ia mengakui tingginya angka rujukan pasien ke rumah sakit di luar daerah masih terus terjadi lantaran keterbatasan sarana dan prasarana dan alat kesehatan. Ia menyebut jika semua itu sudah dilengkapi otomatis  dokter spesialis akan tersedia.


    Ia mengatakan ada tiga rumah sakit tersebar di Kepulauan Anambas yakni, RSUD Tarempa, RSUD Palmatak dan RSUD Jemaja, semua rumah sakit itu masih berstatus tipe D.


    "Saat ini pemerintah sedang menggesa untuk meningkatkan status rumah sakit, salah satunya UPT RSUD Tarempa ini menjadi tipe C. Untuk mencapai tipe itu tentunya dibutuhkan perlengkapan yang memadai dan lengkap dalam menangani pasien di rumah sakit, yakni alkes maupun SDM," jelasnya.


    Yessy juga menyinggung soal ketersediaan dokter spesialis yang belum ada diantaranya dokter spesialis anestesi dan dokter spesialis kandungan.


    Berdasarkan atas kebijakan pemerintah daerah, pihaknya menetapkan pusat RSUD Tarempa sebagai dasar rujukan seluruh kabupaten kota. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan bermutu bagi masyarakat.


    Masih kata dia, dalam proses pembangunan pelayanan kesehatan di Kepulauan Anambas membutuhkan waktu yang cukup panjang dan bertahap. Ia menyebut pihaknya akan terus meningkatkan  pelayanan kesehatan yang lebih optimal, target pencapaian pembangunan kesehatan di Kepulauan Anambas  di tahun 2024 mendatang. (Fai)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini